Showing posts with label @COOKINGCOOKING. Show all posts
Showing posts with label @COOKINGCOOKING. Show all posts

Saturday, March 19, 2022

Kangen makan mie rebus bareng ๐Ÿค—๐Ÿค—

 


Haha aku nemu video pas rika Dan aku di kts.  Kartasura......
Haha.. trus ukhti2 wisma jtq jualan capcin .. btw aku yg beli.. harus nyari es batu kelilinh daerah kts situ.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ 

Sekarang sudah lulus semua mereka. Sibuk kesana kesini untuk kerja.

Dulu kalau ke Solo pasti ke wisma anak JtQ.
Kangen liburan ke Jogja dan Solo lagi..

Padahal tadi pagi aku habis dari kts.
Beli emas..
Hehe

Sabtu juga ramaii... ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ

Pas liat ini aku jadi pingin masak mi dimakan sama Alen-alen..
Enakkk bangettt.... Luweeee ngelih tenan..

 

Read more »

Entho-entho Jenjet, Kuliner yang Hampir Punah


Entho entho jenjet


Emak gue, gue suruh beli. 

Mungkin kuliner ini terdengar sangatasing, banget. Bahkan di googlepun belum ada satu ulasan mengenai makanan ini. Tidak ada satupun yang terindeks. Karena aku yakin gak semua mengenal makanan ini kecuali di daerah L.A alias Lor Adoh. Daerahku juga sudah terbilang loran bagi orang kidulan yang lebih kota. Tapi masih ada yang lebih Utara. Yaitu grobogan. Tangen ke utara ya udah grobogan. Dan temenku smp dlu banyak yang dari kabupaten jiran ini.
Bahkan yang sering menjual sego jagung juga orang grobogan. Sama kok, desa juga. Nanam jagung juga orang daerah utara bengawan solo. Cuman mungkin udah mulai ngota,,males adang jagung. Mending beli gitu. Kalau bakar jagung kan laen cerita. Lebih simpel.
Kalau adang sego jagung kan harus nutu jagung mentah itu di lesung, habis itu jagunh yanh udah agak hancur direndam semalam jadi tholon, baru di tutu lagi hingga jadi halus itu. Nah dari menutu jagunh awal tadi ada kulit jagung atau ampasnya. Disebut jenjet. 
Kalau entho entho mungkin ada, tapi terbuat dari singkong parut. Ya sama aja dikepeli jadi bulatan itu. Cuma kalau ento ento jenjet itu entho entho yg berasal dari ampas jagung saat proses membuat sego jagung.
Kenapa aku suka dengan makanan ini, ya mungkin karena sejak kecil udah terbiasa makan. Masa sih makan nasi jagung? Kayak tahun berapa aja.
Ada ya orang yg masih bertanya kaya gitu? Kalau aku emang iya. Kelauarga ibuku sejak kecil makannya nasi jagung tiwul dll. Jadi mlocoti (nutu) jagung itu udah jadi makanan sehari2. 
Bukan pamer ya, tapi memang demikian adanya. Pamer gimana, kalau pinginnya ya nasi beras. Tapi kan gak ada sawah. Tegalan kering aja. Berad mahal juga. Paling makan thiwul yg banyak dulu terus disesi akhir baru makan nasi beras. Kalau aku ..masa sih generasiku makan nasi jagung tiwul juga? Ya emang iya, masa kecilku. Setiap orang punya pwrjalanan dan kisah hidup swndiri ya. Jadi sangat tidak dewasa jika bermasak sih masak sih dengan hidup oranglain. Kalau temenku mungkin udah gak makan juga. Tapi keluargaku.. ibuku ya masak nasi jagung. Karena keadaan juga. Karena dulu bapak saya hobi maen (judi oklok) ini bukan cerita jual kesedihan. Tapi memang iya, pernah jual sawah sapi dll. Sepeserpun uang gak dikasih ke keluarga. Untuk judi. Jadi ya sangat masuk akal saja kalau aku makan nasi jagung dan thiwul. Cuma makan nasi beras dikit. Jadi biar kenyang makan tgiwul dulu. Baru nasinya kayak jadi dessert. Intinya kalau yg terakhir nasi beras nanti dianggapnya makan nasi dan yang diingat nasi beras. Gitu prinsipku. Meski tidak selamanya. Tapi ya cukup lama. Tapi ini bukan derita. Kalau gak dijadikan derita. Aku ya biasa aja. Ga bilang ke temen temenku kalau makan nasi tiwul atau jagunh juga. Ya aku juha sehat dan tumbuh seperti biasa. Tidak menunjukkan tanda tanda ngantuk, kurus, stunting atau misalnya kelelahan gitu saat disekolah dulu. 
Kalau temenku ya nasi jagung atau tiwul hanya dianggap "hiburan" kayak semacam "heii gaez aku makan nasi jagung lhoo gak nyangkaaa... " 
Kalau aku udah bosen dan misalnya ada orang yang amazing banget makan tiwul atau jagung, aku udah kenyang dengan makan itu. Bahkan dalam kondisi gak baik. Jadi ya memorable tapi kalau bisa ya jangan makan itu. Karena disaat saat aku pingin nasi beras malahan makan yanh bukan makanan pokok biasanya. Tapi semua gak ada celanya. Nothing to lose kok.. bahkan makananpun mengajarkan kita untuk bijak menjalani kehidupan.

Aku itu tipe tipe ilat ndeso, misal kedele lebih suka gembuk daripada tahu, kalau jagung lebih suka jenjet daripada nasi jagungnya. Tapi kalau makan ya ttp dimakan nasinya.

Entho entho jenjet... itu ampas kulit di interi ditampah diambil yang lembut. Terus dtumbuk hingga halus. Habis itu ya dibumbui. Umumnya bumbu yang standar ya cabe, garam, penyedap, daun jeruk, kemangi. Terus dikepeli.. 
Dibuat bulat-bulatan kayak buat klenyem atau combro. Habis itu dikukus atau dipanggang dalam wingko. Kalau aku gak digoreng ya.karena normalnya entho jenjet gak digoreng. 
Enak.. karena aku suka pedes gurih. Ya intine kalau digorengpun aku jga suka. Hla seneng gorengan..
Ya itu si sekilas mengenai makanan klasik yang mungkin.. generasi saat ini gak doyan. Menjumpai mungkin masih.. tapi gak doyan kalau menurutku. Kalau masalah ada apa gaknya .. masih ada. Dipasar daerah loran masih ada kadang yg jual. Cuma.. yg mau makan itu lho yg susah. G ada mungkin. Kalaupun ada ya mungkin mbah mbah atau mbokde lawas yang memang suka. Atau paling enggak punya cerita emosional mengenai makanan. Atau bisa aja dulinya pas muda sering makan ento ento sama seseoang atau apalah.
Setauku.. kalau aku boleh mengira, makanan ini tidak disukai 90 dari 100 orang. Ya bisa aja gak mudeng, ibarate sego jagung aja mboh wis mangan mboh urung. Apa meneh jenjete. Tapi kalau menjumpai ada yg jual gtu gpp sih beli. Coba. Ya mencoba gak harus suka atau jadi makanan secara permanen. Kalau pingin ngerti aja, biar semakin kaya khazanah kulinernya. Ini termasuk mengenyangkan. 


Read more »

Tuesday, July 14, 2020

Aneka Olahan Sederhana Singkong (Part II)

Masih berbahan dasar singkong, singkongnyapun masih satu sub dasar dengan bahan gethuk kemarin. Jadi semua makanan yang aku buat hari ini berasal dari singkong yang sudah matang (dengan cara dikukus/rebus). Apa saja, mari kita lihat.

Tela-tela 

Ini jajanan jalanan banget, krispi renyah gurih berbumbu dan aku suka. (Anak micin banget pokoknya) ๐Ÿ˜„. Caranya simpel, di berbagai web maupun chanel video blogger memasak sudah banyak tersedia. Singkong kupas cuci bersih iris panjang atau sesukanya lalu rebus dengan bumbu (bawang putih, ketumbar, garam). Atau misalnya gak dipotong memanjang saat mentah jg gpp. Setelah direbus bisa disigari. Dipotong sesuai selera. Karena singkong yg aku buat ini singkong kebun jadi ya medhuk (medhok banget). Medhok itu ya teksturnya yang gak keras, jadi ya merekah gitulah kalau bolu. Ga bantet. Jadi ya saat digoreng makin empuk, jadinya inuuk (enak yang banget). Btw orang orang sragen lor bengawan itu punya beberapa kata yang membangetkan semacam inuk (enak kebangetan gtulah maksudnya), suwi (suwe atau lama yang lebih lamaaaaa), medhuk (medhok yang banget) , ijuu (ijo yang sangat ijo), putihh (putehnya lebih puteh), uasin (asin banget), legem (legi banget). Apalagi ya, banyak sih. Temukan sendiri aja, dalam bahasa sehari-hari. Oiya tela tela tadi bisa ditaburi bumbu tabur aneka rasa. Tela tela tidak selalu tela (ubi jalar) karena lebih enak singkong (ubi kayu) karena rasa dasarnya ga manis, terus lebih empuk kalau singkong dam cara masaknya benar.

Singkong Kue Panci Goreng

Ini sih aku yang buat, namanya juga ala ala aja. Ini berasal dari dasar yang sama dengan gethuk. Singkong yang sudah dilumatkan halus. Lalu dicampuri dengan sedikit tapioka (masih singkonh juga, atau aci dan terigu. Tapi campurannya dikit aja supaya gak kepyar saat digoreng, lalu tambahkan telur ayam sebutir aja gpp. Untuk bumbu, berikan bumbu tabur (merk apa aja gpp ada antaka, mazzoni atau plastikan yang gak ada merknya). Sebenarnya ini juga hack kreasi dapur ala aku. Kita bisa menggunakan bumbu tabur aneka rasa (roasted corn, balado, bbq, pedas manis dll) utnuk adonan berbagai makanan. Enak juga kok. Beda aja dengan saat ditabur. Setelah tercampur goreng dalam teflon, kalau misalnya punya teflon keramik atau yang bagus itu malahan lebih bagus juga sih. Pakai margarin aja biar gak cepet hangus. Tapi misalnya tampilan luarnya gosong kayak gnipun sebenarnya dalamnya ya enggak. Tetap matang pas. Bisa dicoba. Maksudnya ini makanan yang mengenyangkan tapi juga kayak lauk. Jadi bisa dimakan saat lapar..

Singkong Goreng 

Untuk menghasilkan singkong goreng empuk merekah ya dikukus dulu, baru dibumbuu terus digoreng. Simpel, enak dan ya... kalau suka ya enak aja. 

Ubi Kayu Bakar Madu Pedas Manis

Ya ampun.. namanya kayak gitu. Tapi ini memang mendeskripsikan rasanya kok. Aku liat ubi bakar madu ada ya, banyak. Tapi ubi jalar atau telo manis. Kalau ubi kayu atau singkong masih jarang. Masalahnya kalau ubi jalar manis dipanggang terus dikasih madu ya.. gak terlalu ngaruh sih. Kayak nguyahi segoro. Maksudnya ya.. ga terlalu ada bedanya. Apalagi ubi bakar cilembu udah manis aromanya khas banget. Jadi ya bisa gunakan ubi kayu aja. Caranya ya singkong yang udah dikukus olesi dengan madu, madu sachet berbagao rasa gpp. Gaperlu madu sragen jugalah. Terus setelah terlumuri madu tambahkan bumbu cabe dan bawang serta garam yang udah diuleg. Terus bakar. .. tapi ya gak bakar atau panggang yang saklek gtu sih. Ya bakar aja di teflon dengan mentega. Tunggu beberapa saat hingga matang dan bumbu meresep. Siap dinikmati. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Semoga bermanfaat dan selamat berkreasi didapur...๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Read more »

Monday, July 13, 2020

Aneka Olahan Sederhana Singkong, dari Gethuk Goreng hingga Jemblem


Hai...teman-teman selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua๐Ÿ˜‰. Mari berkreasi dengan singkong, makanan rakyat yang begitu merakyat. Sejak kecil orangtuaku bilang, singkong itu tumbuhan paling serbaguna, selain kelapa. Maksudnya dari singkongnya aja bisa dibuat menjadi puluhan bahkan untuk expert mejadi ratusan jenis makanan. (Ini bukan sekedar sensasi atau hoax, jika belum bisa menghitung sebanyak yang aku sebut berarti kita butuh pengayaan dalam bab kuliner tanaman ini)

Karena hari ini ada beberapa singkong mentah yang dicabut dari kebun, ya pingin buat makanan sederhana aja. Kenapa aku batasi dengan kata sederhana, karena untuk sebagian orang singkong bisa diolah secara pro atau advanced. Aku bilang ini simple ya karena mudah dan gak butuh proses pengubahan yang rumit. Apa aja. Yukk simak hasil masakanku hari ini:


Gethuk Lindri
Caranya sebenarnya hampir sama dengan gethuk pada umumnya, cuma kalau gethuk lindri identik dengan warna yang beragam dan bentuknya berupa buliran memanjang. Tapi gak ada aturan harus seperti itu. Yang penting memenuhi kompisisi dan cara buat gethuk lindri ya jadi gethuk lindiri.
Cara: singkong kupas cuci bersih, kukus, matang. Setelah itu tumbuk hingga halus. Setelah halus tambahkan panili, gula pasir, peearna atau sikik margarin biar gak pecah saat diuleni. Ya tidak selalu butuh cetakan. Buat sesuai keinginan. Berikan parutan kelapa. Sajikan..

Gethuk Goreng

Gethuk yang digoreng ini identik dengan daerah karesidenan banyumas. Asalnya daerah sokaraja banyumasan purwokerto. Tapi tidak hanya di sokaraja untuk bisa membeli gethuk ini. Didaerah lain bahkan beda daerah seperti banjarnegar, purbalingga, cilacap juga banyak penjual gethuk goreng. Untuk pembuatannya ya hampir sama dengan gethuk. Tanpa embel embel apapun.
Cara: singkong kupas cuci bersih kukus hingga matang. Tumbuk hingga halus dalam wadah. Setelah halus tambahkan panili atau kalau suka sedikit santan. Dan yang terpenting gula jawa. Karena hampir semua gethuk goreng basicnya menggunakan gula jawa sebagai pemanis. Kenapa gethuk yang dijual itu kenyal dan gak empuk banget. Ya kalau penjual ya gak murni singkong aja kan. Bisa menambahkan tepung seperti tapioka (ya dari singkong juga kan tapi olahan jadi bisa mengenyalkan). Kalau aku murni singkong rebus ditumbuk saja. Bentuk bulatan. Oya kalau pakai gula merah saja warnanya memang tidak bisa merah kecoklatan seperti warna gula jawa kan. Mau sebanyak apapun ya tetap mocca aja gitu. Kecuali satu kilo untuk satu mangkok singkong. Aku udah ngasih 3 butir gula jawa. Kalau dari rasa udah manis. Tapi dari tampilan ya liat sendiri. Mungkin tidak menarik. Tapi ya gpp sih. Gak ngaruh juga. Karena kalau mau warnanya coklat gula jawa ya tambahkan pewarna dari rebusan daun kluweh. Okee.. setelah dibentuk bulatan bisa langsung digoreng. Sesuai selera aja. Pakai tepung beras atau langsung. Kalau langsung lebih berminyak dan menyerap minyak. Atau dimakan tanpa digoreng gpp. (Tapi namanya bukan gethuk goreng) 

Keripik Gethuk

Keripik gethuk sebenarnya turunan dari gethuk juga kan, gethuk kering yang menghasilkan tampilan dan rasa kriuk krispi. Tapi sebenarnya lebih sulit karena gethuk butuh proses ulen hingga benar benar pas dan bisa diiris. Gak cuma itu sih.. kalau keripik gethuk harus lebih lembut dan digoreng gak pecah rasanya. Jadi ada bedanya dengan gethuk sebelum digoreng. Kalau keripik bisa dibuat asam manis gurih asoyy pokoknya. Pedes juga bisa.

Jemblem 

Jemblem sebutan di daerah jawatimuran kalau klenyem daerahku nyebutnya gitu. Ya simpel. Singkong cuci parut. Bentuk bulatan lalu berikan isian gula merah. Goreng.

Entho entho

Ini masih seputar entho entho, entho singkong ya hampir sama dengan buat klenyem cuma umumnya dibumbui asin gurih. Aku buatnya dengan tempe dan parutan kelapa bumbu ketumbar bawang putih penyedap garam gula pasir. Pasti ya masak selalu mengggunakan gula pasir tebu. Ya memang itu ciri khasku. Sebenarnya kaalau udah pakai msg gak pakai gula gpp. Karena tujuannya gula pasir ya biar ketemu dengan garam aja. Karena akan menghasilkan vetsin alami yang menambah cita rasa. Istilahnya ya.. kalau buat sayur asem, kehabisan moto penyedap itu.. bisa dengan garam dan gula pasir aja. Ya sedep juga. Bukan gula jawa aren. Gula merah juga ada yang tebu. Tapi baiknya yang pasir karena warnaya gak ngaruh kalau pasir. (Beuhh paham betul dengan dunia pergulaan) ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ


Read more »

Saturday, July 11, 2020

Menu Sore Seru: Lebih suka indomie atau mi sedaap?

Jamur teriyaki dan Lombok ijo teri

Tumis lombol ijo besar itu gak pedes, sedep buat makan. Makin menambah selera makan, menggungah niat makan.  Makan dengan nasi anget atau dingin intinya tetap lezaat. Menu sederhana seperti ini enak dimakan nyemek denga kuah dikit. Tapi gak kuah kuah banget. ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹



Masih dengan topik kuah kuah nyemek, taraa sudah biasa. Mi goreng. Kali ini aku nyoba mie goreng dari Indomie dengan varian rasa ayam panggang jumbo. Tapi ya sesuai seleraku; harus tetap dengan kuah. Nyemek.. intinya belum pernah mmebuat mi goreng instan apapun merknya secara kering kemarau. Ya tetap harus dengan kuah. Gak marem, udah kebiasaan gitu. Aku lengkapi dengan daun bawang merah goreng, tahu putih goreng gak terlalu mateng, jamur goreng tanpa tepung, dan galantin ayam. Enak.. ya mie dari mie goreng jumbo ini pipih ala mie bakmi sih. Seperti umumnya kelebihan mie dari indofood ya kenyal dan gak mblenyek.
Tetapi seringnya sejak kecil aku, olah mi ya mi sedap. Mie sedap goreng. Bukan indomie. Meski tenarnya di seluruh indonesia indomie. Tapi aku enggak. Keluargaku tiap beli ya mie sedaap.
Sejak awal rilis dulu ya udah suka. Kalau aku gak ngerti sih gimana beda n kelebihan yang signifikan apa. Karena sejak kecil bungkus mie yang paling banyak di kebun belakanh rumah (pawang guwakan sampah) ya mie sedaap
Kalau dulu ya emang belinya mi sedap gak indoni jadi ya gak bisa bedain.
Kalau alasan, ya mungkin keluargaku ya. Tetap ada motivasinya membeli karena apa. Kalau mi sedap itu dulu isinya agak lebih besar gak tau kacek sepiro. Terus bumbunya menyengat dan sesuai namanya lebih sedap. Bawang goreng renyah dan lebih banyak.
Terus.. kalau masak ya dengan kuah. Dimasak dipanci misalnya satu bungkus mi sedap goreng mi keringnya (dulu belum ada eko mie yang tingkat kualitasnua sama dengan mi instan dalam kemasan) jadi ya beli mi kering kecil kecil  itu. Beberapa biji. Dimakan sekeluarga.
Jadi.. kalau tata cara makan mie adalah seperti dalam iklan. Sungguh tidak berlaku dalam keluargaku. Baru sekarang2 aja gak tau kenapa, boleh sih masak mi sendiri,
misal adekku masal satu dimakan sndiri atau aku atau siapa boleh.  Kalau dulu.. mie bagiku termasuk mewah dan makannya harus bareng gak boleh sering. Jadi kalau ortuku gak niat masak ya aku ga makan.
Soal mi goreng dua itu..
Sampai sekarang aku tetap beli mi sedap. Dimanapun.. meskipun mienya kayak gal beraturan dibanding indomie. Meski aku udah liat langsung proses mie di indofood dari awal sampai akhir, pulang dari pabrik orang sekelas masih dibawain puluhan varian mie berbedapun. Tidak mengubah aku. Aku tetap beli mie sedap goreng.
Kalau kuah ya idomie mungkin juaga enak dan banyak varian. Tapi mie kuah ya bagiku mi goreng dikuahi.
Jadi ya gimana...
Kalau untuk mencoba gitu aku beli indomie sih. Karena rasa nusantara. Kalau mie goreng ya mie sedap.
Terus aku ga ngerti juga ya kenapa orang orang yg lebih prefer konsumsi indomi merasa setingkat lebih cerah gitu. Maksudku kek merasa lebih berkelas gitu. Karena aku pernah ya mengalami semacam apa ya, ya bukan bullying sih. Ga semua dimaknai buli.
Apa ya ada orang yang merasa lebih oke aja gitu. "Aku kalau masak mie ya indomi ga mau mie sedap"
Mungkin dengan segenap alasan atau pendapatnya bahwa indomi lebih sehat lebih higenis lebih apa lebih apa. Ya gpp juga sih. Yang penting ga perlu sok memandang rendah orang yg makan mi sedap. (Gue contohnya) merasa berpengalaman dan pintar gitu lho kesannya. Ya banyak sih, tetangga teman atau orang yg mngkin ga sengaka ketemu diwarung atau kebtulan sama sama beli mi.
Kalau alasannya merasa sehat dll. Ya mendinh gak usah konsumsi mi instan sekalian. Kalau mau lebih sehat ya giling aja tepung sendiri atau makan mie thiwul. Ngapain susah susah buang duit buat beli seplastik mi instan.
*konsumen belagu
Dan parahnya harus sok lebih tahu aja gitu. Haduh.. karena pengalaman yg mungkin sering. Sering masalahnya. Kayak gitulah aku jadi enggan beli indomi goreng. Kalau aku pribadi sebenarnya gak masalah sih. Toh aku generalisir kalau mi instan keduanya itu ya berefek...
Sama sama berpenguat rasa tinggi. Ya semacam bumbu kfc yg ada perangsangnya, bikin makan lagi, pingin terus. Rasa rasa nagih. Ya memang penguat rasanya banget. Gak usah dibedakan terlalu mencolok kalau bagiku. Sama sama bilin dedhel uteg juga kok kalau dimakan terus menerus.
Kecuali ada kedekatan atau semacam alasan yang mengikat untuk lebih menyukai, misalnya pemilik indomie keponakanku atau pemilik mie sedap mbokdeku. Baru sih aku ada niatan kepreferean.. yang fanatik.
Selama enggak ada...
Haduh.. ngapain..
Toh cuma konsumen aja, bukan model atau bintang iklannya dari salah satu itu... ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
Ya berarti strategi brandingnya indomi dalam mengusunh tema Sehat lebih kuat. Mungkin gitu..

Read more »

Friday, July 10, 2020

LAYOUT SEDERHANA YANG MENAMBAH TASTE MASAKAN






Foto sesyen makanan yang dibuang sayang, ini adalah beberapa makanan yang aku makan, entah makanan jelas atau tidak, intinya bisa dicoba supaya kalian punya cara dan gaya mangan yang berbeza..

1. Meski tidak untuk jualan, sedang dirumah sekalipun ndak ada salahnya mencoba makan dengan cup atau ala ala rice bowl. Bisa beli peralatan masak semacam cup cup begini, gak terlalu mahal juga kok, atau jika suka memasak dalam jumlah banyak dan pingin ngasih ke aanak anak sepupu tetangga, kayaknya lebih kiyut kalau pakai cup plastik seperti ini. Apapun makanannya. Ya terasa lebih kekinian aja. Supaya cara menerimanya juga berbeda. Ini hanya oseng cumi pedas. Tidak harus ayam atau makanan daging ya, bahkan kering tempe, nasi oseng mi juga bisa.
2. Ini adalah kedelai benguk goreng (tidak harus dijadikan tempe, karena digoreng utuhan begini juga enak
3. Kalau suka dengan lontong, tapi gak suka opor. Bosen dengan semacam tepo, tahu kupat kupat tahu; ketoprak dll. Bisa buat tepo bakwan tapi pakai sambel pecel. Sedepp. Beda dengan gablok pecel ya, kalau gablok biasanya pakai obat gendar dikit lontongnya. Intinya lontong paling enak disiram sambel kacang.
4. Trancam, sedepp sekalii. Cukup dengan parutan kelapa mentah; kacang panjang mentah iris, mlanding mentah, toge. Namanya juga trancam pasti mentah. Sambel yang digunakan untuk kelapa juga lombok mentah, atau sambel korek. 
5. Kalau misalnya bingung, ada botol atau toples kosong, gak ada tutupnya mau buat apa. Ya bisa buat wadah seperti normalnya saja, fungsi sebagaimana biasanya aja. Bisa kok ditutup plastik dan ditali karet. Ini aku pakai buat adah meses.



Boleh dicobaaa....๐Ÿ˜Š

Read more »

Silahkan Tinggalkan Pesan dan Komentar Anda di sini... ; ) Terima Kasih atas Kunjungan Anda...

HARAP JANGAN PANGGIL SAYA "MAS" KARENA OWNER BLOG INI SEORANG WANITA