Thursday, March 27, 2014

KUMPULAN DAFTAR LAGU-LAGU JAWA PALING ROMANTIS DAN ENAK DIDENGAR


Kalau mengerti isi dari syairnya.. sebenarnya lagu-lagu jawa baik itu langgam, campursari, tembang maupun geguritan(puisi) jawa itu sangat indah…
Langgam-langgam yang sering kita dengarkan tidak hanya sekedar bercerita tentang kisah cinta, namun juga member nasehat,pitutur dan piwulang untuk kita semua..
Pernah dengar lagu-lagu jawa kan? Mungkin ada yang sudah dan ada yang belum. Hehe.. :)
Baiklah….
Akan aku tulis daftar lagu-lagu jawa (langgam dan campursari) yang bagus untuk didengar,,,
Apa sajaaaaaaaaaa…………………..?
Inilah 5 lagu jawa paling enak untuk didengar…

5. Jangkrik Genggong
Lirik langgam yang dipopulerkan oleh Waljinah ini menceritakan tentang dua orang yang belajar untuk saling mengenal. Initinya ya.. ,menceritakan kerinduan seseorang ketika jauh dari orang yang disayangnya.. (kangen ketika baru terpanah asmara gitu sihh).
Dalam setiap bait menceritakan keadaan yang beda. Keadaan lumrah yang dialami oleh kebanyakan orang yang berhubungan.
Contohnya:

Jangkrik genggong… Jangkrik… Genggong..
Wani nglirik sepi uwong…
 Baris ini mempunyai arti Berani Melirik Kalau sepi orang..

Semarang kaline banjir…Jo sumelang ra dipikir.. (Semarang sungainya banjir.. jangan khawatir jika tidak aku piker…)
Jangkrik Upo sobo ng tonggo malumpat ning tengah jogan.. (Jangkrik Upo berkeliaran di tetangga…  meloncat di tengah lantai)
Wis watake prio.. jare ngaku setyo.. Tekan dalan selewengan.. (Sudah sifatnya pria… katanya mengaku setia.. tapi dijalan ya.. selewengan)

Karena ini memang lagu Jawa Tengahan jadi ya.. isi dan sampiran dari pantun yang berbahasa jawa inipun.. tidak jauh-jauh dari budaya Jawa Tengah.

4.Sarung Jagung

Sarung Jagung adalah salah satu ungkapan kata dalam bahasa jawa dalam bentuk Wangsalan. Wangsalan dalam bahasa Jawa ini merupakan bahasa Slang (ada sandi atau kode rahasia tertentu untuk bisa memahami maknanya, slang tidak hanya terjadi dalam bahasa Inggris saja kan?? Orang Jawa juga punya ‘bahasa gaul sendiri’)

Sebagai masyarakat agraris, masyarakat jawa sangat kaya dengan kata-kata yang mengacu pada bidang-bidang pertanian, seperti nama pohon, tanaman, dan hewan-hewan yang dekat dengan aktivitas itu. Selain itu, kekhususan bahasa Jawa yang secara semantik dapat membedakan bagian-bagian tanaman dari batang, daun, bunga, buah, kulit, dan biji, serta buahnya, nama-nama hewan dari muda dan dewasa merupakan bahan yang sangat berlimpah bagi penciptaan wangsalan bahasa Jawa. Sebagai masyarakat yang kreatif berkesenian, masyarakat jawa  memiliki berbagai kata untuk menunjuk instrumen musik tradisional beserta benda-benda yang erat berkaitan dengannya, seperti nama-nama pakaian, nama upacara, kesenian, dsb. Dalam hubungannya dengan kesenian, tokoh-tokoh wayang kulit merupakan sumber yang kaya sebgai inspirasi penciptaan wangsalan di dalam bahasa Jawa. (dikutip dari I Dewa Putu Wijana-Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)
Contoh Wangsalan:
Sarung Jagung (Kulit Jagung) dalam bahasa Jawa disebut Klobot, wangsalan ini digunakan untuk menggantikan kata “ABOT” (yang berarti berat) karena dalam suku kata terakhir mempunyai pelafalan yang sama “Bot”.  Contoh lainnya adalah Jenang Gula (Jenang/dodol yang terbuat dari Gula), orang Jawa biasa menyebutnya Gulali/Glali, sehingga wangsalan Jenang Gula digunakan untuk menggantikan kata “LALI” (lupa).
“Jenang Gula…. Yen wes adoh ojo LALI  marang aku…”
“Janur Gunung (AREN),, Kadingaren.. kowe gelem dolan menyang omahe mbahe Nduk..”
Lirik Lagu Sarung Jagung:
Sarung Jagung…………..
Abote… kebacut tresana.. tak rewangi korban jiwa raga,,,
…………………
Sarung jagung,, rasane kabotan tresna…
Yen ra weruh sedino rasane kaya setaun..
Sarung Jagung…..abot rasaku…
Pada intinya lagu ini menceritakan tentang beratnya kehidupan seseorang karena terlanjur cinta…
#Ealah.. sakne ngger….

3.Nginang Karo Ngilo

Lirik:
E..e..nginang karo ngilo..
Kotak cilik mas..nggo adah mbako..
Aku emoh.. aku emoh…yen kowe ngono..
Plonga plongo.. koyok wong bodho… Plih gethuk opo pilih tape..
Podho-podho mas,, saka telane..
Mbiyen piye? Saiki katone piye? Yen ra mathok,,mumpung podho butoeee…

Sebelum membahas isi lagu tersebut, akan saya jelaskan dulu beberapa hal yang mungkin belum familiar atau dirsa masih awam..
#Nginang: adalah aktivitas mengunyah,, mengulum, mengemut (bisa-bisa) atau mungkin memakan daun sirih yang diramu dengan gambir dan enjet. Pada akhirnya kegiatan Nginang akan ditutup dengan Susur, SUSURAN (ngemut gulungan tembakau).
Meski sekarang Nginang jarang dilakukan para ibu-ibu dan nenek-nenek, namun nginang ini bukan berarti tanpa manfaat, nginang dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut.Dubang (ludah warna coklat) dapat menyehatkan mulut.
Tapi sepertinya sekarang ini nginang hanyalah tinggal kenangan…. : ( (sudah jarang kan lihat orang nginang? Paling banter…. Nenek buyut ajaaa)
#Karo Ngilo : ngilo artinya bercermin. Bercermin adalah teriak histeris dan berkaata : “Sesungguhnya!! Ini tidak benar!!! Semua ini tidak benar!!! Ini fitnah!!
>> meratapi kenyataan….
Bercermin adalah melihat diri kita dalam cermin. Cermin adalah segala sesuatu, benda yang bisa memberikan bias, gambaran, obyek didepannya.
Jadi… arti dari langgam Jawa ini adalah : Mengemut sirih dan pengikutnya itu..sambil bercermin.
>>Keren ….. (kalau gak percaya, coba sajaaa sendiri)

Sedangkan jika dilihat dari isinya,,, lagu tersebut menceritakan tentang pasangan yang saling menanyakan “hla aku dulu emangnya gimanaa,,, sekarang gimanaaa?? “ . intinya ketika suatu hubungan sudah dirasa tidak cocok, yang menjalani sudah merasa tidak cocok ya udah, gak usah memperumit. Kalau memang masih bisa diperbaiki ya,,, diperbaiki, saling sadar apa hak dan kewajibannya. Kalau memang sudah gak bisa dipertahankan ya,, segera diakhiri.
Lagu ini bukan termasuk lagu galau kok.. isi dan pesan yang disampaikan juga lugas, tidaak ada pendramaan yang menyedihkan ..

2.Ojo Gawe-gawe
Lagu ini mempunyai arti: Jangan Ngada-ngada (sesuatu yang sudah jelas dan pada akhirnya terkesan menjadi tidak jelas dengan sesuatu yang sudah ada). Lagu ciptaaan Manthous yang sangat popular dan enak didengar ini, menceritakan tentang kebingungan seorang istri dengan tingkah laku suaminya. (suaminya Geje gitu). Dulu gimana,, sekarang gimana, kan juga sudah tau sendiri.

Cewek:
Bola bali.. dikandhani…(sudah berulang kali dinasehati….)
Bola bali wes diaturi,, mas,, kok ora digape..(sudah berulang kali dibilangiiiin)
Jare ngene kok malah ngono.. jare ngono hla kok malah ngene.. (katanya begini malah begitu,, katanya begitu hla kok malah begini..)
Maas.. piye karepe? Aku ngulon sampeyen ngetan..
(mas, gimana maksudnya,, blaaa blaa dst)
Lagu ini pada intinya berisikan protes seorang suami yang sering ditinggal istrinya, karena istrinya berprofesi sebagai penyanyi. Kalau memang dari awal sudah ada kesepakatan, sudah mengerti ya, harusnya jangan mempermasalahkan…
Solusi: ya udah,,, berhenti jadi penyanyi dong, pada akhirnya nanti

1. Balen

Lagu ini mempunyai arti : Balikan.
Tau kan apa artinya balikan? Kurang lebih balikan adalah ketika dua orang yang pernah putus dalam hubungan lalu bersatu kembali..
#kalau salah mohon dimaafkan, karena itu menurut saya lho, silahkan diartikan dengan pemahaman masing-masing.
            Lagu ini menceritakan kerinduan seorang laki-laki yang (mungkin) sudah bercerai dengan istrinya. Cowok yang sudah putus dengan ceweknya. Pada akhirnya lamanya waktu tidak bertemu dan bersama membuat mereka ingin kembali. Dalam lagu ini juga disebutkan parikan yang sangat indah:
“Nganggo teklek kecemplung kalen, timbang golek aluwung balen”
Theklek adalah  bakiak atau sandal yang terbuat dari kayu. Sedangkan kalen adalah selokan. “ada sandal teklek nyemplung di selokan”
Parikan diatas mempunyai arti: daripada mencari(yang baru) lebih baik balikan. Meskipun realitanya tak selalu benar. Namun istilah itu sudah biasa digunakan masyarakat Jawa dan (mungkin sudah banyak yang menganut paham CLBK tersebut).
Dalam beberapa hal, lagu-lagu Jawa sangat mendidik dan memberikan banyak piwulang (pelajaran).

Apapun itu, yang penting lagu-laga Jawa tetap indah dan memberikan banyak pitutur untuk kehidupan kita, nasehat yang sangat dekat dengan hidup kita.
Tetap menjaga warisan leluhur..melestarikan budaya kita, adalah tugas kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya sendiri. Terbuka dengan segala bentuk kemajuan dan globalisasi penting, tapi tidak berarti terjebak dalam budaya oranglain. Kita punya identitas sendiri.

Silahkan Tinggalkan Pesan dan Komentar Anda di sini... ; ) Terima Kasih atas Kunjungan Anda...

HARAP JANGAN PANGGIL SAYA "MAS" KARENA OWNER BLOG INI SEORANG WANITA