PANTUN PERCINTAAN
Jahit setangan pinggirnya dikelimBaik dikelim kembang kelapaRindu dendam kemana nak dikirimNak dikirim kepada siapaSegak menawan datuk penghuluMahir berlawan langkahnya tangkasKirimkan saja diangin laluAtau melalui SMS pesanan ringkasHijau daun diranting kayuMayang ditabuh bulir hamburanHajat dikirim di angin laluSayang dihembus balik haluanBukan kacang sembarang kacangKacang melilit kayu jatiBukan datang sembarang datangDatang melihat sijantung hatiApa guna pasang pelitaJika tidak dengan sumbunyaApa guna bermain mataKalau tidak dengan sungguhnyaAmbil gendang di kampung KandisDitabuh ramai ditingkah biolaMakin dipandang semakin manisDilabuh hati menyala cintaDipanah semata Indera SaktiSeekor dara dipohon keranjiSudah sama menaruh hatiDiekor mata konon berjanjiPat-pat nyaSiapa cepat dia punya.Lain padang lain belalangBelalang kunyit dilihat jarangAsik dok pandang-pandangBunga terlepas dikebas orangBelalang Kunyit dilihat jarangKinantan lelah lagi lunglaiKononnya pula terok bertarungBunga terlepas dikebas orang ?Ditangan Raja lagi diungkaiKononlah pula ditangan orangMinum air, air dijerangUntuk dibuat si air ketumRasa mabuk tidur belekorApa dilihat di tangan orangBunganya bukan sekuntumKumbangnya bukan seekorBatu loyang buat asahanBatunya hitam seruas jariBimbang siang boleh ditahanBimbang malam serasa matiBanyak orang mengetam pulutSaya sendiri mengetam padiBanyak orang karam dilautSaya sendiri karam dihatiBalam mendengut tengah rimbaBalam serati jambul merahKaram dilaut boleh ditimbaKaram dihati bilakan sudahBiskut dalam petiAmbil satu hendak rasaKalau diikut hati; matiIkut rasa, habis binasaRumput manis cemperai hidupLada muda perca kainJangan menangis bercerai hidupSama-sama mencari lainIkan belanak hilir berenangBurung reruak menata sarangMakan tak enak tidur tak tenangKonon teringat dinda seorangKumbang menyumbang bunga berseriBunga ditaman puteri rajaEntahkan benar demikian periAtau sekadar cakap sahajaApi-api unggunan kandisDamar tumpah dikulit tengarLaki-laki mulutnya manisJika bersumpah jangan didengarHabis jalan, bangunan bergegarTanda bencana yang amat beratKalau sumpah selalu dilanggarTidak selamat dunia akhiratDimana tempat murai berbunyi ?Pokok kekabu ditepi kolamDimana tempat kita berjanji ?Dalam kelambu diatas tilamPelbagai penangan telah dibeliBuat jamuan lepas berzanjiKerbau dipegang pada taliManusia dipegang pada janjiAnak raja mendaki bukitPatah galah dalam perahuPegang tangan jeling sedikitHati didalam Allah yang tahuBuah jering diatas paraDiambil budak sambil berlariHingga kering lautan MelakaBarulah saya mungkir janjiKalau roboh kota MelakaPapan di Jawa saya dirikanKalau sungguh bagai di kataBadan dan nyawa saya berikan.Ke teluk sudah, ke siam sudahKe Mekkah saja saya yang belumBerpeluk sudah bercium sudahMenikah saja saya yang belumSi Luncai bermain rodatMemukul tetawak pelbagai lakunyaTidak sopan menyalahi beradatBerbulu mata lihat lakunyaTerang bulan cahaya berseriNampak dilihat dari saujanaSiksanya tuan cinta birahiSemua dibuat serba tak kenaTerang bulan cahaya berseriBerbalam-balam diperdu rotanKalau sungguh cinta birahiHantarkan utusan sempurnakan ikatanMahu dihitung bilangan bintangTidak terkira jumlah adanyaJika dihitung kasih dan sayangTidak terukur sebesar manaPinggan tak retak nasi tak dinginKalau tak salah orang tak tegorOrang tak hendak, kenapa awak masih ingin?Bunga tak sekuntum, kumbang tak seekorAnak beruk duduk bersandingCari makan dalam hutanTujuh teluk sudah dibandingMana sama padamu tuan
